Rabu, 04 November 2015

SABIAN AL FANADRA'S STORY

24 Juni 2015. Hari ini adalah hari ke-3 aku cuti melahirkan. Ya, setelah dokterku bilang kalo HPL (hari perkiraan lahir) ku antara 20 Juni - 11 Juli, aku memutuskan untuk ambil maternity leave dari 22 Juni - 21 September. Yang harusnya aku masuk lagi di 22 September, aku ambil cuti pribadi lagi sampai 25 September yang kebetulan ada libur Idul Adha tanggal 24 September. Jadi aku masuk kantor lagi di tanggal 28 September.
Belum ada tanda-tanda aku akan melahirkan. Kemarin 22 Juni aku kontrol ke dokter baru ku (yang akan membantu persalinanku) beliau bilang ini kira-kira awal Juli melahirkannya. Aku masih berharap weekend ini bisa melahirkan karena ada suamiku juga. Oh ya, selama maternity leave ini aku tinggal di rumah orang tua ku di Banjar, sementara suami ku harus kerja di Bandung, jadi tiap weekend lah suamiku pulang ke Banjar. Tapi kalo persalinanku di weekday, dia akan ijin untuk menemaniku melahirkan buah hati kami.

 
Aku sangat beruntung sekali karena kehamilanku ini tidak ada keluhan yang signifikan. Saat aku tau aku hamil, aku iseng test pack karena jadwal haid ku terlambat 1 hari (maksa sih sebenernya, haha) mungkin karna feeling ya, pagi itu Senin, 3 November 2014 aku test pack ternyata positif. Aku langsung membangunkan suamiku. Tapi ekspresi nya biasa saja (karena tiap bulan selalu test pack dan hasilnya negative, hehe). Alhamdulillah saat itu hasilnya positive. Saat pergi ke kantor aku memutuskan untuk membeli test pack yg harganya lumayan untuk memastikan kehamilanku. Setelah test pack lagi, ternyata memang positive, Alhamdulillah.

Aku dan suamiku menikah 24 Mei 2014, kami memang ingin langsung punya anak. Setiap bulan selalu berharap-harap cemas sambil test pack. Tetapi mungkin memang belum waktunya, sampai kita menunggu sekitar 5 bulan akhirnya doa kita terkabul.

 
Saat tau aku positive melalui test pack, sepulang kerja aku langsung periksa ke obgyn, dengar dari teman-temanku mereka kebanyakan cek di Limijati, aku pun kesana. Cek pertama pilih dokter jatuh ke dokter Wiryawan (laki-laki). Pas di USG belum keliatan apapun, dokter menganjurkan untuk USG Transvaginal, aku dan suamiku oke aja. Hasilnya hanya baru ada penebalan dinding rahim. Kalo memang ternyata aku hamil, usia kandungan ku adalah 5 minggu. Aku dan suamiku disuruh kembali lagi 2 minggu untuk cek selanjutnya. Tapi kita ngerasa kurang sreg sama dokternya, akhirnya cek selanjutnya kita memutuskan untuk pindah dokter ke dokter Rizkar yang memang tempat praktek nya tidak jauh dari tempat kerjaku, jadi kita selalu kontrol tiap pulang kerja.

Trimester awal kehamilanku alhamdulillah berjalan lancar, aku rajin konsumsi vitamin dr dokter, ga ada mual muntah, paling aku tiap pagi sedikit pusing, cukup pejamkan mata sekitar 5-10 menit pusingku sudah hilang. Trimester kedua aku dan suami memutuskan pindah dokter karena kita merasa dokter Rizkar ini kurang komunikatif kalo ga kita tanya, beliau diam saja. Menjelaskan hasil USG pun seadanya. Akhirnya kita memutuskan beralih ke dokter Anna di Hermina Arcamanik yang kebetulan dekat dengan tempat tinggal sementara kita. Alhamdulillah dokternya kita cocok saat pertama kali kontrol kita langsung merasa nyaman. Nah di trimester kedua ini aku lumayan agak bau-an, sampe ga bisa minum obat atau vitamin dr dokter. Akhirnya selama trimester kedua aku ga minum vitamin sama sekali sampai trimester ketiga. Tapi alhamdulillah aku dan bayi ku sehat.

 
Aku memutuskan untuk mengambil cuti melahirkan di minggu 37, karena harus melakukan perjalanan jauh dari Bandung ke tempat tinggal orang tua ku di Banjar. Ya aku dan suami memutuskan untuk melahirkan buah hati kami di kediaman orang tua ku di Banjar. Alasannya sih supaya banyak yang menemani dan dekat dengan ibu ku hihi.

 
3 Juli 2015 tepat 39 minggu usia kehamilanku, belum ada tanda-tanda akan melahirkan. Kebetulan ada suamiku, aku memutuskan untuk cek kandunganku ditemana ibu dan tanteku. Tiba di sana, aku ditunggu karna dokter akan melakukan operasi caesar. Kandunganku di cek, alhamdulillah baik semua. Cuma kata dokter kepala janin belum masuk panggul tapi posisi sudah di bawah.

Aku sempat stress, karena teman seperjuanganku yang hamil barengan beda seminggu sebelum dan sesudah dengan usia kehamilanku sudah pada melahirkan. Yang due nya 5 Juli, sudah melahirkann di 12 Juni (36w) dan yang due nya 30 Juli sudah melahirkan di 4 Juli (38w). Aku kenapa belum? ... Mungkin aku kurang berusaha, katanya harus banyak jalan kaki dan ngepel. Aku baca-baca juga apa saja yg dapat mempercepat kontraksi, katanya banyak jalan, jongkok, makan makanan pedas, nanas dan stimulasi payudara serta berhubungan dengan suami. Aku melakukan jalan kaki cuma mungkin memang kurang maksimal.

Akhirnya aku dan suami hanya bisa pasrah, berdoa dan ngobrol dengan janin supaya segera lahir untuk bertemu Mommy dan Papi nya. Sambil berusaha juga jalan kaki dan yang lain nya.

 
"Tubuh ibu memiliki alarm yang luar biasa sempurna dan kondisi alami proses persalinan adalah ciptaan Tuhan. Ikuti saja semuanya karena bayi tau kapan ia ingin lahir dan bagaimana cara ia lahir. Biarkan ia menentukan sendiri"

Aku selalu baca quote itu untuk menenangkan. Dan memang masih ada waktu sampai due nya 11 Juli 2015.

Waktu kontrol 4 Juli kemarin, aku sempat bilang
"Belum ada mules, dok"
"Iya, jadi mau bagaimana? Operasi?"
Aku diam sesaat. Dan pertanyaaan dokter dijawab oleh bidan.
"Mau normal katanya, dok"
"Oh, ya sudah kita tunggu saja ya"

Ya Allah, aku pasrah kepada-Mu.

 
7 Juli 2015 kandungan ku 39w4d.
Bangun tidur aku merasakan mules, tapi ternyata hanya pengen pup --

 
9 Juli 2015. Satu lagi teman seperjuangan akhirnya melahirkan bayi perempuannya tadi malam. Aku semakin was-was karna belum merasakan kontraksi. Hari ini kandunganku 39w6d, dan besok sudah masuk 40w. Ya Allah Ya Rabbi aku pasrah kepada-Mu. Kapan dan bagaimana cara melahirkan anak-ku tergantung kehendak-Mu. Semoga semua lancar, Aamiin.

 
Pagi-pagi aku semangat jalan kaki meskipun hanya muter2 di stadion pribadi (rumah-ku) dan nungging serta jongkok. Sebentar2 istirahat, jam9nan pas aku lg tidur tiba2 mules hebat, tapi kupikir ini hanya ingin pup. Sehabis pup masih mules mules, aku paksain jalan aja terus. Tiba-tiba ibuku yang lagi di kantor sms aku katanya mau ada teh susi ke rumah untuk ngecek. Oh ya, teh susi adalah seorang bidan. Dia anak nya temennya ibu dikantor. Setelah di cek, alhamdulillah ada bukaan 1.
Subhanallah -- mudah2an bukaan nya cepet dan lahirannya lancar. Aamiin.

 
Sorenya aku ke dokter, check up lg. Pas di lihat ternyata masih jauh kepala bayi nya. Dokter bilang, tunggu sampe Sabtu 11 Juli ya.

 
11 Juli 2015. Hari ini tepat 40w usia kandungan ku.

Pagi aku ke dokter di anter Aa Ibu Tante dan Mamih, niatnya hanya akan kontrol karena memang belum merasakan mules lagi. Jam9 kontrol, dicek sama dokter. Dengan santai dokter nya bilang: "operasi aja ya" || Ya Allah, begitu denger aku langsung lemes. Dokter bilang kepala janin masih jauh di atas panggul meskipun posisi nya uda bener, sementara air ketuban terus berkurang, kalau induksi 50:50. Dokter tanya mau tanggal berapa nanti disiapkan semuanya. Aku ga lama mikir langsung jawab, hari ini aja (hari ini atau besok sama aja tetep operasi toh). Saat itu juga aku langsung masuk kamar rawat inap, ibu dan suamiku pulang dulu ambil barang-barang yang perlu di bawa dan memang sudah di siapkan sebelumnya untuk proses melahirkan. Kabar dari dokter aku akan di operasi sehabis dzuhur karena beliau ada 2 operasi dan akan cek pasien ke rumah sakit lain. Tetapi belum 1 jam aku istirahat di kamar rawat inap, sudah ada suster yang menyuruh siap-siap untuk operasi saat itu juga jam 10:15. Akhirnya masuk kamar operasi jam 12:00, ditemani dokter kandunganku, dokter anestesi dan beberapa asisten dokter yang semuanya laki-laki dan 1 perempuan total ada 6 orang yang menemaniku di ruang bedah. Pertama-tama aku di cek tekanan darah dan di pasang alat pendeteksi jantung di ibu jari ku. Setelah itu aku disuruh duduk memeluk bantal untuk di suntik bius di tulang belakangku, dan itu rasa nya ga sakit sama sekali (yang kata orang kalo di suntik di tulang belakang itu sakit minta ampun). Aku di bius lokal, tp dokter memberiku obat tidur. Jadi pas awal operasi aku tidur, bangun-bangun pas bayi ku di angkat dari perut jam 12.25 lahir. Kebetulan aku kenal dengan bidan di sana jadi bisa minta di foto selama operasi berlangsung. Operasiku berjalan dengan lancar alhamdulillah. Akhirnya setelah perjuangan, Baby ku lahir Sabtu, 11 Juli 2015 jam 12.25 dengan panjang 48 cm, berat 3,4 kg. Aku dan suami ku memberi nya nama Sabian Al Fanadra. Sabian: tuan rumah di surga, Fanadra: alFA fyoNA dengan rahmat Allah. Jadi arti dari nama anak kita: Tuan rumah di surga Anak Laki-laki dari alFA dan fyoNA dengan rahmat Allah SWT, Aamiin.


Sabian Al Fanadra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar